Saturday , August 18 2018
Home / Features / 10 Franchise Game yang Sebaiknya Diakhiri Saja!

10 Franchise Game yang Sebaiknya Diakhiri Saja!


Whaboo.org –

Eksploitasi berlebihan atas nama keuntungan, memang sulit rasanya untuk tidak mengakui bahwa perlakuan seperti inilah yang melekat kuat pada beberapa franchise raksasa video game. Ada kesan yang jelas bahwa sang developer dan publisher sebenarnya tidak lagi punya ide yang solid untuk membawa franchise-franchise ini ke arah yang baru dan berbeda, atau menawarkan sesuatu yang menyegarkan. Hasilnya? Anda seringkali bertemu dengan franchise yang terus eksis dengan seri baru yang terasa seperti produk serupa yang “dipompa” dari sebuah pabrik mekanik, tanpa proses kreatif yang signifikan di dalamnya. Tren ini terus berlanjut karena data memperlihatkan angka penjualan yang tidak pernah mengecewakan. Namun bagi gamer yang mencintai keunikan dan cita rasa berbeda yang sempat ia tawarkan di masa lalu, ia menjadi sebuah sumber kekecewaan baru.

Tak bisa dipungkiri, ada banyak game-game yang terasa seperti ini di industri game modern saat ini. Bahwa setiap seri baru dilepas tanpa menawarkan sesuatu yang baru dan signifikan, dipaksakan, atau terkesan “malas” untuk sekedar mengejar potensi ekstra uang yang mungkin, masih tersisa untuk kelompok pasar yang sepertinya tidak berkeberatan. Melihat kualitas yang semakin menurun dari satu seri ke seri lainnya, garis cerita yang semakin dipertanyakan, dan daya tarik yang mulai terkikis pelan dan pasti, bagi gamer yang rasional, keinginan untuk melihat franchise-franchise ini “istirahat” tentu saja dilandaskan dengan niat baik. Memberikan ruang ekstra untuk proses kreatif jika memang ia kembali di masa depan, dan membuka ruang bagi inovasi game lain untuk masuk dan mencuri spotlight yang ada.

Lantas, dari semua franchise video game yang sudah sempat merilis beberapa seri video game ke pasaran, game-game mana saja yang menurut kami sudah sepantasnya diistirahatkan dan diakhiri saja? Inilah toplist versi JagatPlay:

  1. Halo

Mulai sebagai sebuah game FPS revolusioner untuk konsol yang begitu luar biasa dari sisi gameplay dan sensasi kontrol yang ada, HALO memang pantas mendapatkan popularitasnya yang begitu kuat, bahkan hingga saat ini. Namun hampir sebagian besar gamer sepertinya akan setuju bahwa kisah epic Master Chief ini akan jauh lebih rasional untuk berakhir di Halo 3 yang fenomenal. Penambahan seri spin-off lanjutan lewat Halo: Reach yang pantas untuk diacungi jempol juga kian memperkuat satu pendapat yang sepertinya juga mudah disetujui – bahwa Halo ada dalam kondisi terbaiknya saat berada di tangan Bungie Studio. Ketika berpindah tangan ke 343 Industries yang kemudian berusaha mengenalkan karakter baru dan tidak lagi banyak berfokus pada sosok Chief, mungkin sudah saatnya kisah kepahlawanan antar galaksi ini berakhir. Ini akan memberikan ruang bagi 343 untuk meracik sesuatu yang baru dan berbeda bagi Microsoft dan Xbox.

  1. Naruto

Popularitas super tinggi untuk hampir semua penikmat manga / anime di seluruh dunia, baik di Jepang, Eropa, Asia Tenggara, hingga Amerika Serikat. Mengikuti pertumbuhan sosok Naruto dari seorang remaja yang diremehkan dengan kekuatan yang lemah menjadi seorang Ninja terkuat dengan begitu banyak kemampuan destruktif memang menjadi sebuah perjalanan emosional. Selama perjalanan tersebut, kita juga disuguhi dengan ragam produk adaptasi video game dari Bandai Namco, yang beberapa dari mereka berujung fantastis dan pantas untuk diacungi jempol. Namun pertanyaannya sekarang, berapa banyak lagi sampai kita siap mengatakan kata “Cukup” dan membiarkan franchise game berbasis semestanya beristirahat? Apalagi mengingat Bandai Namco saat ini tengah mempersiapkan game fighting always online berbasis tim – Shinobi Striker. Apakah kita masih harus terus disuguhi hingga era sang anak – Boruto berakhir, yang notabene, bisa berujung bertahun-tahun kemudian?

  1. Dead Rising

Berbeda, unik, menegangkan, dan menyenangkan. Ketika sebagian besar game bertema zombie berujung jadi game menyeramkan, serius, dan penuh dengan elemen cerita sci-fi yang solid, Capcom mendobrak semua identitas tersebut dengan Dead Rising. Dua seri pertama berujung fantastis, menawarkan dunia permainan menarik yang dikombinasikan dengan cerita gila yang menyenangkan. Ada sedikit perubahan di seri ketiga, namun sebagian besar fans menyambut apa yang berusaha mereka tawarkan. Namun untuk seri keempat, tidak ada lagi ketertarikan seperti di seri-seri original. Dead Rising yang begitu kuat di masa lampau terkikis karena usaha untuk menarik pangsa pasar baru, mengabaikan identitas yang membuatnya menarik. Jika ia tidak lagi berkontribusi kuat pada keuangan Capcom dan mereka tidak lagi mengerti apa yang harus dilakukan denganya, saatnya untuk mulai mengerjakan sesuatu yang baru dan berbeda?

  1. Five Nights at Freddy’s

Pujian memang pantas diarahkan pada FNAF, sebuah game horror yang sempat diremehkan karena dikembangkan oleh hanya satu orang saja, menjadi sebuah franchise raksasa yang begitu menguntungkan. Seri baru demi seri baru dirilis ke pasaran, basis fans fanatik muncul, namun penerimaan begitu positif tersebut seolah berbalik begitu saja begitu banyak seri tersedia di pasaran. Ditambah dengan kepastian bahwa ia juga akan diadaptasikan menjadi film Holllywood dengan budget besar, pasar sepertinya sudah “muak” dengan nama dan eksploitasi FNAF itu sendiri. Scott Cawthon memang belum mengkonfirmasikan bagaimana nasib FNAF setelah ini. Namun jika melihat begitu banyak seri dengan peningkatan yang tidak signifikan dan mengandalkan basis fans fanatik saja, mungkin saatnya ia beristirahat.


Tags:


Source link

About admin

Check Also

Battlefield V Rilis Trailer Baru Keren – “Devastation of Rotterdam”

Whaboo.org – Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan EA dan DICE selama beberapa bulan terakhir …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

judi online
soi kèo
agen judi bola
judi bola
sbobet online
agen sbo
judi online
agen bola sbobet
master togel
agen bola
domino online