Friday , August 17 2018
Home / Features / 5 Game Indonesia Super Keren yang Pantas Anda Antisipasi!

5 Game Indonesia Super Keren yang Pantas Anda Antisipasi!


Whaboo.org –

Hari Sabtu kemarin, kami menyempatkan diri untuk mampir di salah satu event pameran video game besar Indonesia – GamePrime 2018. Agenda awal yang dirancang untuk sekedar bertemu dengan salah satu teman yang menjadi juri di sana, berujung menjadi perjalanan yang begitu membuka mata terkait perkembangan industri game itu sendiri. Dipadukan dengan tiket gratis dan sebuah tempat besar untuk turnamen yang sepertinya dirancang untuk menarik lebih banyak gamer Indonesia dari beragam sudut, ia juga menjadi ajang bagi developer Indonesia, indie ataupun tidak, untuk memamerkan hasil kerja mereka. Belum rampung semua memang, namun beberapa dari mereka pantas untuk dibicarakan. Bagi kami, ada beberapa judul yang tentu saja, tampil begitu mengejutkan.

Salah satu yang menarik adalah pergeseran untuk mulai masuk ke industri game dengan tidak hanya melalui jalur mobile saja. Dengan mudah Anda akan menemukan beberapa game yang siap menawarkan waktu gameplay dari 20-40 jam permainan yang direncanakan untuk dirilis di Steam, Nintendo Switch, hingga Playstation 4. Beberapa berfokus untuk menarik perhatian pasar luar dan tidak punya banyak sumber daya untuk memperkenalkan diri ke pasar lokal, apalagi jika memang konten yang diusung memang tidak punya elemen Indonesia di dalamnya. Beberapa bahkan sudah dilepas ke pasaran, tanpa mendapatkan banyak perhatian dan lolos dari radar kami sendir. Namun sulit rasanya untuk tidak mengakui, ada begitu banyak game potensial yang kami lihat di GamePrime dan menurut kami, juga tidak akan ragu untuk Anda antisipasi.

Lantas, dari game-game Indonesia yang kami lihat acara GamePrime 2018 kemarin, mana saja game yang menurut kami, pantas untuk Anda antisipasi? Ini dia pilihan JagatPlay:

  1. Rage in Peace

Sekelibat Anda melihatnya, maka Anda akan mengerti mengapa game racikan Rolling Glory Jam dan Toge Productions yang satu ini akan mudah populer, tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di pasar internasional. Ia mengambil rumus game yang sepertinya populer di kalangan streamer. Mengambil sistem gameplay game super menyebalkan dan sulit ala “I Wanna Be The Guy”, Rage in Peace adalah sebuah game platformer side-scrolling yang meminta Anda untuk bergerak dari kiri ke kanan dengan satu misi jelas – jangan tewas. Jebakan yang bisa membunuh Anda secara instan bisa muncul dari mana saja, termasuk dari kubangan air sekalipun. Berhadapan dengan kematian berkali-kali dan melalui proses Trial & Error apa saja yang harus Anda hindari, Rage in Peace juga dibalut dengan pendekatan visualisasi yang menarik.

Namun salah satu bagian yang membuat kami jatuh hati adalah bagaimana ia melebur mekanik gameplay ini ke dalam sisi cerita yang punya kedalamannya sendiri. Anda berperan sebagai seorang karakter bernama Timmy Malinu yang dikunjungi oleh sang malaikat kematian sendiri – Grim Reaper. Hari ini seharusnya menjadi hari terakhir bagi hidup Timmy, namun ia tidak ingin menyerah pada nasib begitu saja. Ia menggunakan waktu yang tersisa untuk memenuhi mimpi terakhirnya. Di GamePrime 2018, ia menjadi salah satu booth yang menyita perhatian lewat sistem gameplay dan tingkat kesulitan, yang tidak sulit untuk “menangkap” perhatian gamer manapun.

  1. Forged of Blood

Dengan logo keren dan gameplay yang berbeda dengan kebanyakan game yang diperlihatkan di ajang GamePrime 2018, Forged of Blood dari studio Critical Forge memperlihatkan tajinya sebagai game strategi racikan developer Indonesia yang terlalu sayang untuk diabaikan begitu saja. Walaupun secara keseluruhan desain, apalagi dengan tema fantasi RPG yang ia usung, ia lebih ditujukan untuk pasar barat, namun bagi pasar lokal, ada sesuatu yang istimewa dengan ketertarikan developer dengan jumlah anggota tim di bawah 10 orang seperti Critical Forge untuk mengembangkan dan menyeimbangkan sebuah game RPG strategi yang tentu tidak mudah. Forged of Blood adalah game dengan tema fantasi dengan gameplay yang serupa dengan apa yang Anda temukan, di game X-COM misalnya. Namun alih-alih melawan alien, Anda harus bertarung dengan pasukan medieval yang juga dilengkapi dengan rangkaian jenis sihir mematikan. Visualisasinya sendiri terhitung ciamik dan rapi untuk sebuah developer indie.

Yang paling menarik perhatian adalah bincang-bincang dengan tim developer soal visi terhadap Forged of Blood itu sendiri. Walaupun tidak semuanya bisa kami jajal di versi demo yang masih dihinggapi masalah teknis dan kenyamanan bermain di sana-sini, ia terdengar ambisius. Hal pertama yang mencuri perhatian kami adalah klaim bahwa game yang akan meminta Anda untuk bergerak dari satu node ke node lain untuk proses eksplorasi ini, akan bisa diselesaikan dengan tidak hanya stau cara saja, tetapi juga beragam cara yang ada.

Pilihan cara yang Anda pilih untuk menyelesaikan satu garis cerita linear ini akan mempengaruhi banyak hal, termasuk cerita dan pertarungan seperti apa yang harus Anda hadapi. Kedua adalah sistem Spellcrafting yang lewat aksara unik yang muncul di layar, bisa memodifikasi dan mempengaruhi bentuk spell seperti apa yang Anda racik. Sayangnya, untuk fitur kedua ini, tidak tersedia di versi demo yang ada. Cukup memancing rasa penasaran.


Tags: , , , , , , , , , ,


Source link

About admin

Check Also

Demo Monster Hunter Generations Ultimate Segera Meluncur

Whaboo.org – Kecewa dan sedih, ini mungkin dua reaksi sebagian besar gamer Nintendo ketika berhadapan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

judi online
soi kèo
agen judi bola
judi bola
sbobet online
agen sbo
judi online
agen bola sbobet
master togel
agen bola
domino online