Thursday , August 16 2018
Home / dreams / JagatPlay di E3 2018: Menjajal DREAMS – Game Keren yang Tak Bisa Dijelaskan!

JagatPlay di E3 2018: Menjajal DREAMS – Game Keren yang Tak Bisa Dijelaskan!


Whaboo.org –

 

Dreams, sebagian besar dari gamer Playstation 4 sepertinya sudah mendengar nama game dari Media Molecule ini berkali-kali. Ia adalah salah satu game eksklusif yang sempat menjadi fokus pembicaraan sejak beberapa tahun yang lalu, namun tenggelam karena penundaan rilis yang terjadi. Hampir semua gamer yang sempat melihat Dreams biasanya akan berakhir dengan kebingungan apa yang sebenarnya hendak ditawarkan oleh Media Molecule di game yang satu ini. Salah satu premis yang seringkali didengungkan adalah bagaimana ia akan berujung sebagai “perpanjangan” tangan dari Little Big Planet – proyek Media Molecule sebelumnya. Bayangkan sebuah game dengan konsep yang serupa namun kini berkali-kali lipat lebih efektif, fleksibel, dan mumpuni. Itulah DREAMS.

Anda tahu apa yang sulit dari game seperti ini? Menjelaskan dan memperlihatkan daya tarik yang sesungguhnya pada publik. Alasan sama yang membuat kami berujung menjadi gamer skeptis yang tidak pernah tertarik pada DREAMS setiap kali ia muncul di panggung utama Sony. Ia terlihat membosankan karena konsepnya yang terlihat sangat tidak menjual. Namun segala sesuatunya berubah ketika kami mampir ke booth Dreams yang memang dialokasikan khusus di dalam booth Sony. Di dalamnya kami bertemu dengan orang Media Molecule yang dengan sabar menyediakan waktu sekitar 20-30 menit waktu bagi peserta untuk menjelaskan apa itu Dreams. Kami duduk bersama dan menikmati begitu banyak fitur yang ia tawarkan.

Secara instan, kami terpesona, kami terpukau, kami jatuh cinta. Masalahnya? Ini adalah game yang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata, apalagi dengan artikel seperti ini. Namun, kami akan mencoba.

Apa itu Dreams?


Game? Menyebutnya sebagai Game Development Software berkedok video game sepertinya lebih tepat!

Jadi apa itu Dreams? Menyebutnya sebagai sekedar sebuah video game sepertinya tidak pantas. Kami justru melihatnya sebagai “Game Developing Software” yang terletak di dalam sebuah video game. Ibaratkan Anda tengah berada di pantai dan berencana untuk membangun begitu banyak kastil, monster, hingga bangunan tinggi dengan pasir yang jumlah tidak terbatas di sana. Anda tentu membutuhkan beragam alat seperti ember atau sekop di dalamnya. Dreams adalah sekop dan ember di dalam skenario yang satu ini. Alat yang didesain untuk mewujudkan apapun kreativitas di otak Anda, sebesar apapun kastil ataupun monster yang ingin Anda racik dengan pasir yang tersedia. Sisanya bergantung pada seberapa besar energi kreatif dan komitmen yang Anda miliki.

Namun tenang saja, itu hanyalah sebagian dari apa yang ditawarkan oleh DREAMS. Untuk gamer yang tidak kreatif seperti kami, DREAMS punya daya tarik yang lain. Selain kesempatan untuk mengunduh hasil karya orang lain dan mencicipinya, ia juga menyediakan mode single-player campaign dengan cerita yang solid di dalamnya. Mode ini akan terbagi ke dalam begitu banyak varian mini-game yang berbagi satu benang merah yang sama – bahwa mereka adalah bagian mimpi dari seorang musisi jazz bernama Art. Pelan tapi pasti, lewat semua game-game dengan ragam arstyle dan gameplay ini, Anda akan mendapatkan gambaran lebih jelas soal siapa Art dan apa yang terjadi dengannya.

Satu yang paling mengagumkan dari presentasi DREAMS adalah fakta bahwa Media Molecule memastikan bahwa segala sesuatu yang Anda lihat di layar tersebut, semuanya dibangun dengan menggunakan DREAMS, termasuk mode single-player yang melibatkan Art itu sendiri. Dan ketika kami berbicara semuanya, kami benar-benar menyebut SEMUANYA!! Ini berarti, tidak hanya desain karakter, dunia, dan gameplay saja, tetapi juga cut-scene dan juga musik. Benar sekali, Anda bisa membuat musik dan cut-scene atau bahkan sebuah film animasi pendek dengan begitu banyak gaya dengan menggunakan DREAMS ini.


Game? Film animasi? Musik? Proyek seni? Anda bisa memenuhi mimpi kreatif Anda dengannya!

Untuk mode bangun dan berbaginya, DREAMS juga menyediakan sebuah hub yang akan berperan sebagai “rumah” profile Anda. Ia berbentuk sebuah ruang kosong yang bisa Anda bangun dan racik dengan sesuka hati. Namun, tentu saja, objek-objek yang digunakan untuk  menghiasinya harus Anda dapatkan di sepanjang permainan, terutama di mode single-player. Beberapa achievement juga terkait dengan kesempatan untuk memiliki objek-objek langka yang bisa Anda susun di dalam hub untuk ekstra nilai artistik atau sekedar pamer. Pamer? Benar sekali, karena di versi final nanti, Anda bisa mengundang atau mengunjungi hub player yang lain dan menikmati “rumah” mereka.

Lewat presentasi 20 menit yang dilakukan oleh salah satu staff Media Molecule ini, kami mulai memahami soal konsep yang sebenarnya hendak mereka kejar. Bahwa DREAMS adalah sebuah toolbox yang didesain untuk satu hal – memastikan semua hal yang ingin Anda racik secara kreatif, baik dalam video game, film animasi, bahkan sekedar presentasi seni bisa Anda lakukan di sini. Semuanya bisa dilakukan tanpa harus memiliki pengetahuan sama sekali terkait programming, software editing, dan sejenisnya. Kekuatan tersebut kini dialihkan ke dalam kontroler DualShock 4.


Tags: , , , ,


Source link

About admin

Check Also

Bukti Baru Plagiat Mantan Reviewer IGN Bermunculan!

Whaboo.org – Jika Anda mengikuti berita industri game selama setidaknya seminggu terakhir ini, maka mustahil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

judi online
soi kèo
agen judi bola
judi bola
sbobet online
agen sbo
judi online
agen bola sbobet
master togel
agen bola
domino online