Thursday , August 16 2018
Home / dragon quest xi: echoes of an elusive age / JagatPlay di E3 2018: Wawancara dengan Tim Dev. Dragon Quest XI!

JagatPlay di E3 2018: Wawancara dengan Tim Dev. Dragon Quest XI!


Whaboo.org –

Para penggemar JRPG akan termanjakan di tahun 2018 ini, setidaknya oleh Square Enix. Sensasi klasik mereka tawarkan via proyek Octopath Traveler yang akan dirilis eksklusif untuk Nintendo Switch, dalam format game JRPG klasik di presentasi 2.5D yang memesona, sekaligus tetap mempertahankan fitur turn-based di dalamnya adalah salah satu judul yang akan menyambut Anda lebih cepat di tahun ini. Sementara untuk gamer Playstation 4, penantian mengarah pada satu nama – Dragon Quest XI yang akhirnya akan tiba di pasar barat! Dengan tidak ada perubahan dengan versi Jepangnya, tentu menarik untuk kembali menikmati seri terbaru franchise yang di masa lalu, sempat membuat Jepang dilanda “bolos bersama” karyawan dan siswa/i sekolah. Saatnya berbicara soal Dragon Quest XI: Echoes of an Elusive Age!

Beruntung bagi kami, kami mendapatkan kesempatan untuk langsung berbincang-bincang dengan tim developer Dragon Quest XI: Echoes of an Elusive Age itu sendiri. Di sebuah ruang tertutup di booth Square Enix untuk E3 2018, tidak main-main, kami langsung disambut oleh tiga punggawa yang menjadi otak di balik seri teranyar mereka. Senyum sumeringah dan energi positif ketiganya lansung membangkitkan rasa penasaran kami terkait game ini, termasuk beberapa kontroversi yang sempat mengitarinya. Kami berbicara langsung dengan tiga orang penting: Sang producer – HOKUTO OKAMOTO, Director – TAKESHI UCHIKAWA, dan Assistant Producer – HIKARI KUBOTA. Untungnya, kami juga dipandu oleh translator Inggris – Jepang yang melakukan tugasnya dengan sangat baik.

Pertanyaan pertama sepertinya sudah diprediksi. Tanpa ragu, kami melemparkan pertanyaan yang sepertinya sudah menghantui banyak gamer di luar region Jepang. “Mengapa begitu lama?”. Disambut dengan sedikit senyum, ketiganya bergiliran menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan proses port dan translasi. Mereka menyebut bahwa segala sesuatunya akan berjalan lebih cepat jika sejak awal mereka memang sudah sudah merencanakan versi barat untuk Dragon Quest XI. Namun nyatanya, tidak. Menerjemahkan segala sesuatunya dari awal setelah rilis, apalagi dengan begitu banyaknya kanji yang mereka bawa, memang membutuhkan waktu. Mereka juga ingin memastikan translasi berada di kualitas terbaik, dengan menyertakan sedikit voice acting juga di dalamnya.

Memanfaatkan performa luar biasa Playstation 4 yang berbeda dengan seri-seri Dragon Quest sebelumnya, tim DQXI: Echoes of an Elusive Age tentu juga berhadapan dengan tantangan tersendiri. Yang tersulit bagi mereka? Melebur visualisasi karakter dengan cita rasa anime di dalam dunia tiga dimensi yang berusaha mengimitasi dunia nyata. Seperti yang kita tahu, karakter Dragon Quest memang lahir dari tangan dingin kreator Dragon Ball – Akira Toriyama. Desain yang ia hadirkan tidak bisa dibilang “cocok” dan mudah melebur dengan dunia tiga dimensi yang terkesan nyata. Tim mengaku bahwa di awal proses pengembangan, menggabungkan keduanya tidak mudah dan berujung dengan sebuah game dengan visualisasi tiga dimensi yang aneh. Untungnya, pelan tapi pasti, mereka berhasil melakukannya.

Usaha untuk tampil lebih modern dengan mengganti genre dari turn-based menjadi action RPG layaknya game-game JRPG saat ini juga sempat mereka pertimbangkan dan pikirkan di awal proses pengembangan. Tetapi pada akhirnya, mereka mempertimbangkan dan merasa bahwa pada akhirnya, game-game JRPG dengan sistem turn-based lebih mudah dikuasai. Karena Anda selalu punya waktu untuk memikirkan dan mempertimbangkan ragam opsi pilihan yang ada. Walaupun action RPG terkesan lebih modern, tim merasa bahwa tidak semua action RPG berujung selalu populer.

Kami juga sempat menanyakan kontroversi terkait “skill” salah satu karakter wanita – Puff Puff yang dilihat sensual oleh beberapa gamer, dan diputuskan Square Enix untuk tetap dipertahankan di versi barat. Ketiganya setuju bahwa kontroversi terkait hal yang satu ini, pantas untuk mengundang gelak tawa. Puff-Puff bukanlah sesuatu yang menurut mereka, sensitif. Mereka yang bermasalah dengannya biasanya ,muncul karena sekedar salah duga atau melihatnya dari kacamata yang salah. Mereka bahkan bercanda bahwa Puff-Puff disertakan untuk menguji seberapa bersih pikiran gamer yang memainkannya. Anda bisa melihat gamer mana saja yang punya hati yang kotor.

Pada akhirnya, kami bertanya soal apa yang bisa diantisipasi gamer pendatang baru terkait Dragon Quest XI, terutama jika mereka belum pernah mencicipi seri-seri sebelumnya? Ketiganya setuju bahwa salah satu daya tarik yang perlu diperhatikan tentu saja adalah cerita. Cerita selalu menjadi bagian terkuat dari seri Dragon Quest manapun, termasuk seri kesebelas ini. Anda akan menemukan dan merasakan sensasi berpetualang bersama teman yang begitu kuat di sini. Mereka juga berharap bahwa gamer baru ini berakhir jatuh hati dengan Dragon Quest XI: Echoes of an Elusive Age ini dan berujung ingin menyelami seri-seri lawas yang sempat mereka lewati.

Dragon Quest XI: Echoes of an Elusive Age akan dirilis pada tanggal 4 September 2018 mendatang.


Tags: , , , , , , , ,


Source link

About admin

Check Also

Bukti Baru Plagiat Mantan Reviewer IGN Bermunculan!

Whaboo.org – Jika Anda mengikuti berita industri game selama setidaknya seminggu terakhir ini, maka mustahil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

judi online
soi kèo
agen judi bola
judi bola
sbobet online
agen sbo
judi online
agen bola sbobet
master togel
agen bola
domino online